Sabtu, 31 Desember 2011
SELAMAT TAHUN BARU 2012
Segenap Pengurus Yayasan PENUS Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012, dengan harapan : Semoga di tahun 2012 dan seterusnya SMK PENUS senantiasa berjaya dalam melaksanakan kiprahnya sebagai institusi yang bergerak di bidang kegiatan MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA ini.
Sabtu, 24 Desember 2011
Pasar Enterprise Makin Menggiurkan di 2012
Friday, December 23rd, 2011
oleh : Ellizar Zachra P.B
oleh : Ellizar Zachra P.B
Menargetkan perusahaan maupun pelaku bisnis sebagai ‘target’ di industri teknologi memang susah-susah gampang. Sulitnya, masing-masing perusahaan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga butuh porsi perhatian yang besar. Yang mudah? Teknologi itu sendiri tidak hanya memunculkan pasar baru tetapi juga memudahkan produsen untuk ‘jualan’ ke konsumen.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Direktur dan Country Manager Dell, Pieter Lydian. Wajar memang, Dell ‘terkenal’ sebagai produsen yang fokus dengan pasar enterprise. “Tapi untuk pasar Indonesia, meskipun porsi enterprise tinggi tapi pasar konsumen pun meningkat. Kontribusi masing-masing pasar ke profit Dell pun tidak berbeda drastis,” kata Pieter yang menolak berikan angka spesifik untuk pasar Indonesia.
Untuk mengokohkan nama di dunia enterprise, perusahaan yang menawarkan mobile workplace,manajemen data, manajemen sistem, sekuritas dan cloud computing (komputasi awan) ini pun mengakuisisi berbagai pihak diantaranya Force 10, Kace, Equallogic dan Compellent. “Kami menyadari, untuk berkembang, kami tidak bisa berjalan sendiri. Ada beberapa perusahaan yang kami akuisisi untuk meningkatkan layanan ke pebisnis. Apalagi, kebutuhan IT pun sangat tinggi,” kata Pieter lagi.
Menurutnya, secara sederhana, ada tiga ekspektasi pelaku bisnis di bidang teknologi. Pertama, efisiensi produk secara fisik. Ini berarti, konsumen mulai ‘ogah’ menggunakan data center ataupun driver berukuran besar. Kedua, mobile connection. Seiring dengan perkembangan teknologi, perangkat seluler memungkinkan pebisnis untuk bekerja profesional tanpa terhalang waktu dan tempat. Ketiga, staf IT (information technology) yang tidak perlu lagi memonitori divisi IT secara langsung. Teknologi memungkinkan divisi IT pun bekerja mobile.
“Di masa depan, pelaku bisnis mulai menyadari bahwa potensi growth dan kompetisi semakin tinggi. Namun, teknologi informasi dipandang mampu meningkatkan kemampuan organisasi dalam berkompetisi di pasaran. IT bisa menjadi senjata mereka dalam bersaing,” kata Pieter lagi. Berdasarkan data Gartner,budget IT pebisnis secara global diperkirakan mencapai US$ 2,7 triliun di 201. angka itu meningkat 3,9% di 2011 yang menghabiskan biaya sekitar US$ 2,6 triliun. Selain itu, diproyeksikan pada 2020, data digital berjumlah 35 ZetaByte, 44 kali lebih besar daripada jumlah data di 2009.
Untuk itu, strategi Dell adalah menawarkan end to end solution dan efisiensi IT. “Kami berusaha fokus padacustomer experience dengan menawarkan layanan yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan. Selain itu, ada Dell experience zone yang memungkinkan konsumen mencoba produk kami sebelum membeli,” kata Pieter lagi.
Jika berbicara soal kebutuhan pasar enterprise di Indonesia, Pieter membaginya dalam dua jenis. Pertama, kebutuhan solusi infrastruktur. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pebisnis untuk ‘melirik’ cloud computing, infrastruktur pun harus disiapkan. “Semua data center harus dikonsolidasi, lalu dilakukan virtualisasi yang terdiri dari processing power, data, jaringan dan aplikasi, lalu pengukuran data dan terakhir,billing. Di Indonesia, kebutuhan untuk virtualisasi dan efisiensi data center masih tinggi,” tegas Pieter. Kedua, solusi mengenai aplikasi. Ini menyangkut knowledge management dan data warehousing.
Courtesy of: SWA.co.id
Jumat, 23 Desember 2011
2012, Telkom Bangun Gedung 50 Lantai
VIVAnews - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan membangun gedung sekitar 40-50 lantai yang akan digunakan sebagai perkantoran bagi anak-anak usahanya. Pembangunan gedung ini akan dilakukan oleh anak usaha di bidang properti dan yayasan milik Telkom pada 2012.
"Gedung itu dibangunnya disini (sebelah kantor pusat Telkom). Kan anak-anak perusahaan kami banyak yang pencar-pencar, lantainya mungkin 40-50 di sini," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldy Firmansyah, ketika berbincang denganVIVAnews, di kantornya, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2011.
Rinaldy mengaku tidak mengetahui jumlah investasi yang akan ditanamkan untuk pembangunan pusat perkantoran Telkom tersebut. Sebab, seluruh perencanaan berada di anak perusahaannya.
"Jangan tanya saya, nanti perusahaan propertinya, Graha Sarana Duta yang mengurus properti," kata dia.
Diakui Rinaldi, pembangunan gedung 50 lantai tersebut memang membutuhkan waktu terutama dalam proses persiapannya. Namun, Telkom memperkirakan proses pemancangan tiang (ground breaking) akan dilakukan pada 2012 mendatang. "Perlu waktu, butuh beberapa waktu, 2012 bisa ground breaking," kata dia.
Nantinya, lanjut Rinaldy, gedung itu akan digunakan untuk delapan anak perusahaan Telkom dan divisi Telkom yang selama ini masih menyewa di kantor lain.
"Mayoritas untuk kami sendiri, kalau sisanya nanti akan disewakan. Tapi kayaknya tidak, soalnya divisi-divisi kami banyak yang menyewa di tempat lain," ujarnya.
Sebelumnya, anak usaha Telkom di bidang properti dan yayasan milik Telkom berencana untuk membangun gedung baru Telkom di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Sementara kontraktor yang ditunjuk, PT Graha Sarana Duta, merupakan perusahaan properti terpadu yang dimiliki oleh Telkom pada 2001 dengan porsi kepemilikan 99,9 persen.
Saat ini, Graha Sarana Duta memiliki cakupan wilayah kerja di seluruh Indonesia dan mengelola gedung-gedung perusahaan Telkom Group seperti gedung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Telkomsel, PT Infomedia, dan PT Metra.
Selain itu, perusahaan juga mengelola 106 lokasi gedung lain yang dimilikinya di luar Telkom Group seperti perkantoran, apartemen, mal, dan bandara, baik secara keseluruhan maupun parsial.
Courtesy of: VIVANEWS.COM
"Gedung itu dibangunnya disini (sebelah kantor pusat Telkom). Kan anak-anak perusahaan kami banyak yang pencar-pencar, lantainya mungkin 40-50 di sini," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldy Firmansyah, ketika berbincang denganVIVAnews, di kantornya, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2011.
Rinaldy mengaku tidak mengetahui jumlah investasi yang akan ditanamkan untuk pembangunan pusat perkantoran Telkom tersebut. Sebab, seluruh perencanaan berada di anak perusahaannya.
"Jangan tanya saya, nanti perusahaan propertinya, Graha Sarana Duta yang mengurus properti," kata dia.
Diakui Rinaldi, pembangunan gedung 50 lantai tersebut memang membutuhkan waktu terutama dalam proses persiapannya. Namun, Telkom memperkirakan proses pemancangan tiang (ground breaking) akan dilakukan pada 2012 mendatang. "Perlu waktu, butuh beberapa waktu, 2012 bisa ground breaking," kata dia.
Nantinya, lanjut Rinaldy, gedung itu akan digunakan untuk delapan anak perusahaan Telkom dan divisi Telkom yang selama ini masih menyewa di kantor lain.
"Mayoritas untuk kami sendiri, kalau sisanya nanti akan disewakan. Tapi kayaknya tidak, soalnya divisi-divisi kami banyak yang menyewa di tempat lain," ujarnya.
Sebelumnya, anak usaha Telkom di bidang properti dan yayasan milik Telkom berencana untuk membangun gedung baru Telkom di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Sementara kontraktor yang ditunjuk, PT Graha Sarana Duta, merupakan perusahaan properti terpadu yang dimiliki oleh Telkom pada 2001 dengan porsi kepemilikan 99,9 persen.
Saat ini, Graha Sarana Duta memiliki cakupan wilayah kerja di seluruh Indonesia dan mengelola gedung-gedung perusahaan Telkom Group seperti gedung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Telkomsel, PT Infomedia, dan PT Metra.
Selain itu, perusahaan juga mengelola 106 lokasi gedung lain yang dimilikinya di luar Telkom Group seperti perkantoran, apartemen, mal, dan bandara, baik secara keseluruhan maupun parsial.
Courtesy of: VIVANEWS.COM
Rabu, 21 Desember 2011
Pemenang Lomba Karya Tulis "KOMPUTASI AWAN"
Pemenang I, Sdr Andri Riyadi, Siswa Kelas XI, SMK PENUS Padalarang, KBB, Indonesia. Berhak mendapat hadiah Uang Tunai Sebesar Rp.300.000,- (Tigaratus ribu rupiah).
Pemenang II, Sdr Izmha Azhary, Siswa Kelas ...., SMK PENUS Padalarang, KBB, Indonesia. Berhak mendapat hadiah Uang Tunai Sebesar Rp.200.000,- (Duaratus ribu rupiah).
Pemenang III, TIDAK ADA.
Hadiah dapat diambil di Kepala Sekolah SMK Penus.
Pengurus Yayasan PENUS mengucapkan terimakasih kepada semua siswa yang turut berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis ini. Semoga hari esok jauh lebih baik dari hari sekarang.
26 Desember 2011
An. Pengurus
Hamzah Denny Subagyo, SE., MM., SH., MH.
Pengawas.
Pemenang II, Sdr Izmha Azhary, Siswa Kelas ...., SMK PENUS Padalarang, KBB, Indonesia. Berhak mendapat hadiah Uang Tunai Sebesar Rp.200.000,- (Duaratus ribu rupiah).
Pemenang III, TIDAK ADA.
Hadiah dapat diambil di Kepala Sekolah SMK Penus.
Pengurus Yayasan PENUS mengucapkan terimakasih kepada semua siswa yang turut berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis ini. Semoga hari esok jauh lebih baik dari hari sekarang.
26 Desember 2011
An. Pengurus
Hamzah Denny Subagyo, SE., MM., SH., MH.
Pengawas.
Jumat, 02 Desember 2011
Telkom Bangun 'Silicon Valley' di Bandung
VIVAnews - JUM'AT, 2 DESEMBER 2011, 12:04 WIB
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana membangun sarana inkubasi yang akan memfasilitasi para pembuat program aplikasi.
"Nanti disediakan sama Telkom, kalau perlu pendanaan," kata Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia, Rinaldi Firmansyah usai BUMN Award 2011 di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2011.
Rinaldi mengungkapkan, perusahaan telah menunjuk Kota Bandung sebagai tempat berkumpul para pemprogram aplikasi ini. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Telkom telah mengalokasikan dana hingga Rp50 miliar untuk 3-4 tahun. "Nanti ada 60 60 tempat disana," kata dia.
Dengan fasilitas tersebut, Telkom berharap para pembuat program nantinya bisa membuat aplikasi konten, mengetesnya di telepon genggam dan komputer personal, serta mengkaji kemungkinan kerjasama.
Rinaldi menegaskan, penyediaan fasilitas inkubasi ini merupakan salah satu perusahaan untuk mengembangkan industri krearif nasional.
Pada bagian lain, Telkom mengaku pihaknya hingga saat ini belum memutuskan belanja modal (capital expenditure/Capex)perusahaan pada tahun 2012. Namun dari perkiraan awal, anggaran Capex perusahaan disediakan sebesar Rp15 triliun, atau hampir sama dengan anggaran tahun lalu.
"Capexnya hampir sama, kira-kira ada 15 T, kan belum disetujui komisaris," kata dia.
Sumber pendanaan untuk Capex tersebut diharapkan berasal dari internal perusahaan sebesar 70 persen, refinancing 20 persen, dan sisanya berasal dari pinjaman perbankan. Saat ini Telkom telah mengantongi komitmen fasilitas pinjaman dari bank nasional.
Rencananya Capex perusahaan akan digunakan sebesar 60 persen untuk seluler dan 30 persen pengembangan broadband.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana membangun sarana inkubasi yang akan memfasilitasi para pembuat program aplikasi.
"Nanti disediakan sama Telkom, kalau perlu pendanaan," kata Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia, Rinaldi Firmansyah usai BUMN Award 2011 di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2011.
Rinaldi mengungkapkan, perusahaan telah menunjuk Kota Bandung sebagai tempat berkumpul para pemprogram aplikasi ini. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Telkom telah mengalokasikan dana hingga Rp50 miliar untuk 3-4 tahun. "Nanti ada 60 60 tempat disana," kata dia.
Dengan fasilitas tersebut, Telkom berharap para pembuat program nantinya bisa membuat aplikasi konten, mengetesnya di telepon genggam dan komputer personal, serta mengkaji kemungkinan kerjasama.
Rinaldi menegaskan, penyediaan fasilitas inkubasi ini merupakan salah satu perusahaan untuk mengembangkan industri krearif nasional.
Pada bagian lain, Telkom mengaku pihaknya hingga saat ini belum memutuskan belanja modal (capital expenditure/Capex)perusahaan pada tahun 2012. Namun dari perkiraan awal, anggaran Capex perusahaan disediakan sebesar Rp15 triliun, atau hampir sama dengan anggaran tahun lalu.
"Capexnya hampir sama, kira-kira ada 15 T, kan belum disetujui komisaris," kata dia.
Sumber pendanaan untuk Capex tersebut diharapkan berasal dari internal perusahaan sebesar 70 persen, refinancing 20 persen, dan sisanya berasal dari pinjaman perbankan. Saat ini Telkom telah mengantongi komitmen fasilitas pinjaman dari bank nasional.
Rencananya Capex perusahaan akan digunakan sebesar 60 persen untuk seluler dan 30 persen pengembangan broadband.
Rabu, 16 November 2011
GROOVIA, LAYANAN TV BERBASIS INTERNET PROTOKOL
Jakarta, 4 Juni 2011 - Indonesia akan memasuki babak baru dalam layanan televisi dengan hadirnya Groovia TV, The 1st IPTV (Internet Protocol Television) Service in Indonesia dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.(Telkom) yang hari ini (4/6) diluncurkan secara komersial di Jakarta. Peluncuran komersial Groovia TV sebagai layanan IPTV pertama di Indonesia ini, merupakan upaya Telkom memperkuat portofolio bisnis media and edutainment sekaligus merevitalisasi jaringan kabel.
Agina Siti Fatimah
Operation Vice President Public Relation
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Phone : 62-22-4527455
Fax : 62-22-4521411
e-mail : aginasf@telkom.co.id
website: www.telkom.co.id SUMBER : www.telkom.co.id
Layanan terbaru Telkom ini berbeda dengan layanan TV berbayar lainnya. Groovia TV memiliki berbagai fitur interaktif yang belum pernah tersedia sebelumnya di dalam platform televisi berbayar manapun di Indonesia.
Selain tayangan channel-channel televisi premium, Groovia TV juga mengunggulkan berbagai fitur yang memungkinkan pelanggan untuk record, pause dan rewind tayangan TV favoritnya. Selain itu ada fasilitas video on demand (VoD), game on line bahkan karaoke.
IPTV merupakan platform layanan yang merupakan tahap lebih lanjut dari bentuk interaksi multimedia yang ada saat ini. Teknologi broadband yang mendukung Groovia TV, memungkinkan tersedianya layanan konvergen dalam bentuk siaran televisi, video, audio, teks, grafis, data dan telepon yang disalurkan ke pelanggan melalui jaringan IP (Internet Protocol).
IPTV merupakan platform layanan yang merupakan tahap lebih lanjut dari bentuk interaksi multimedia yang ada saat ini. Teknologi broadband yang mendukung Groovia TV, memungkinkan tersedianya layanan konvergen dalam bentuk siaran televisi, video, audio, teks, grafis, data dan telepon yang disalurkan ke pelanggan melalui jaringan IP (Internet Protocol).
Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, Groovia TV bukan sekadar konten televisi yang didistribusikan lewat internet, tetapi merupakan sinergi antara kemampuan interaktif internet dan web, dengan kekuatan media televisi, yang disalurkan di atas jaringan broadband service Telkom. Ia berharap layanan ini bisa memenuhi keinginan masyarakat untuk merasakan pengalaman baru dalam menikmati tayangan televisi.
Groovia TV memungkinkan penonton televisi untuk tidak hanya pasif melihat siaran yang ada, tetapi juga aktif memilih layanan sesuai keinginan. ”TV berbayar lain itu sifatnya pasif tetapi Groovia TV ini interaktif sehingga sangat cocok disandingkan dengan perangkat smart television atau dikenal juga sebagai connected TV yang saat ini sudah mulai gencar dipasarkan oleh produsen televisi terkenal,” jelas Rinaldi.
Melalui tayangan Live TV dan VoD, Groovia TV mendukung kualitas tayangan standard definition (SDTV) dan high definition (HDTV). Kedepannya Groovia TV selain bisa disaksikan melalui perangkat televisi, juga bisa disaksikan melalui komputer atau notebook dan smartphone berkat fitur three screens yang dimilikinya.
Guna mendukung layanan ini, Telkom terus mengembangkan kapasitas akses, yakni mengembangkan akses pita lebar dan menambah kecepatan true broadband access. Rinaldi mengatakan, investasi pengembangan IPTV menyerap Dana investasi senilai Rp 50 milyar s.d Rp 100 milyar, terutama untuk mengembangkan platform IPTV, belum termasuk investasi untuk pengembangan jaringan akses true broadband. “Pada 2010, kapasitas true broadband access baru mencapai 21 persen dan akan ditingkatkan menjadi 85 persen pada 2015,” papar Rinaldi.
Guna mendukung layanan ini, Telkom terus mengembangkan kapasitas akses, yakni mengembangkan akses pita lebar dan menambah kecepatan true broadband access. Rinaldi mengatakan, investasi pengembangan IPTV menyerap Dana investasi senilai Rp 50 milyar s.d Rp 100 milyar, terutama untuk mengembangkan platform IPTV, belum termasuk investasi untuk pengembangan jaringan akses true broadband. “Pada 2010, kapasitas true broadband access baru mencapai 21 persen dan akan ditingkatkan menjadi 85 persen pada 2015,” papar Rinaldi.
Rinaldi mengatakan bahwa sampai enam bulan ke depan terhitung sejak Juni ini, Telkom berharap mendapatkan 300 ribu pelanggan Groovia TV di Jakarta. Pada tahap awal, produk ini akan dikembangkan di wilayah Jakarta terlebih dahulu sedangkan untuk menjangkau kota-kota besar lainnya di Indonesia, secara keseluruhan akan dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun.
“Ini untuk memastikan kualitas layanan sebab untuk mendukung Groovia TV ini, jaringan akses pelanggan harus mampu melayani akses broadband dengan kecepatan 6 Mbps. Kami tdak ingin main-main dengan kualitas,” lanjut Rinaldi. Melalui sinergi yang baik anak perusahaan, Telkom sangat yakin dapat menciptakan pelanggan baru dan menargetkan 1 juta pelanggan IPTV dalam kurun waktu 3 tahun atau 2015 mendatang.
“Ini untuk memastikan kualitas layanan sebab untuk mendukung Groovia TV ini, jaringan akses pelanggan harus mampu melayani akses broadband dengan kecepatan 6 Mbps. Kami tdak ingin main-main dengan kualitas,” lanjut Rinaldi. Melalui sinergi yang baik anak perusahaan, Telkom sangat yakin dapat menciptakan pelanggan baru dan menargetkan 1 juta pelanggan IPTV dalam kurun waktu 3 tahun atau 2015 mendatang.
“Kami optimis bisa meraih angka tersebut bahkan bisa lebih karena pelanggan TV berbayar di Indonesia terbilang masih sangat kecil. Bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia yang TV berbayar sudah mencapai 30 persen bahkan di India sudah 80 persen TV berbayar mereka kuasai," terang Rinaldi.
Itulah sebabnya Telkom menilai potensi IPTV ini cukup besar walaupun segmen yang dibidik lebih ditujukan kepada segmen premium atau kelas atas. Bagi Telkom, Groovia TV adalah langkah pertama dalam penggelaran aplikasi multimedia dengan interaktivitas tinggi di atas jaringan true broadband access. IPTV menawarkan pengalaman digital yang lebih interaktif, mudah, nyaman dan lengkap bagi pelanggan Telkom Group.
Menyambut commercial launching Groovia TV, Elvizar K.H., Direktur Utama TelkomVision menjelaskan, dengan diluncurkannya Groovia TV yang menggunakan platform IPTV ini, TelkomVision semakin menegaskan posisinya sebagai pemain terdepan dalam industri TV berbayar dengan layanan yang paling lengkap dan inovatif. Sebagai perusahaan yang berorientasi kepada konsumen, TelkomVision selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. “Kami yakin Groovia TV bisa memenuhi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin dinamis,” tegas Elvizar. TelkomVision adalah anak perusahaan Telkom yang mengoperasikan Groovia TV.
Lebih lanjut Elvizar menambahkan, peluncuran Groovia TV ini didukung penuh oleh para content provider yang turut meramaikan acara ini dengan stand-stand hiburan serta beragam hadiah untuk pelanggan yang disponsori, antara lain oleh HBO, Max, HBO Signature, HBO Hits, HBO Family, Warner TV, Discovery Channel, TLC, Discovery Turbo, Discovery Science, Home & Health, Diva Universal, Syfy Universal, Universal, Celestial, Disney Junior, Cartoon Network, CNN, AXN, AXN Beyond, Animax, Sony Entertainment, One, Nick Jr, Nickelodeon, MTV, History, Crime Investigation, Bio, DW-TV Asia, Kix, Thrill, MGM dan Li TV.
Melalui tagline “Groove up your Life!”, Groovia TV diharapkan dapat menyediakan produk dan konten yang berkualitas, stylish, modern, variatif dan terkini sehingga mendorong para penggunanya menjadi generasi yang positif, dinamis dan selalu terdepan.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:
Agina Siti Fatimah
Operation Vice President Public Relation
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Phone : 62-22-4527455
Fax : 62-22-4521411
e-mail : aginasf@telkom.co.id
website: www.telkom.co.id
Senin, 14 November 2011
LOMBA BERHADIAH MENULIS ARTIKEL 2011
Yang boleh ikut dalam lomba ini terbatas Siswa Aktif dari SMK PENUS, Curug Agung, Kertajaya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Artikel yang dibuat adalah asli (orisinil) karya Siswa. Tema/konten artikel tentang KOMPUTASI AWAN (CLOUD COMPUTATION).
Syarat-syarat : Siswa aktif SMK Penus, mencantumkan nomor siswa dan kelas, artikel ditulis menggunakan MS Word, font Calibri ukuran 12, satu setengah spasi, jumlah halaman minimal dua halaman ukuran A.4, MENCANTUMKAN SUMBER TULISAN JIKA ADA KUTIPAN, dikirim melalui e-mail ke dennysaloon@gmail.com selambat-lambatnya tanggal 20 Desember 2011.
Artikel terbaik I, akan mendapat imbalan sebesar Rp.300.000,- ; Artikel terbaik II sebesar Rp. 200.000,- dan Artikel terbaik III sebesar Rp. 100.000,-.
Artikel-artikel terbaik tersebut, serta artikel peserta lainnya yang dipandang baik, akan dimuat di weblog SMK PENUS ini.
Pengumuman pemenang akan dipublikasikan tanggal 26 Desember 2011.
Padalarang, 15 Nopember 2011
a.n Pengurus Yayasan
HAMZAH DENNY SUBAGYO, SE., SH., MM., MH.
PENGAWAS
Artikel yang dibuat adalah asli (orisinil) karya Siswa. Tema/konten artikel tentang KOMPUTASI AWAN (CLOUD COMPUTATION).
Syarat-syarat : Siswa aktif SMK Penus, mencantumkan nomor siswa dan kelas, artikel ditulis menggunakan MS Word, font Calibri ukuran 12, satu setengah spasi, jumlah halaman minimal dua halaman ukuran A.4, MENCANTUMKAN SUMBER TULISAN JIKA ADA KUTIPAN, dikirim melalui e-mail ke dennysaloon@gmail.com selambat-lambatnya tanggal 20 Desember 2011.
Artikel terbaik I, akan mendapat imbalan sebesar Rp.300.000,- ; Artikel terbaik II sebesar Rp. 200.000,- dan Artikel terbaik III sebesar Rp. 100.000,-.
Artikel-artikel terbaik tersebut, serta artikel peserta lainnya yang dipandang baik, akan dimuat di weblog SMK PENUS ini.
Pengumuman pemenang akan dipublikasikan tanggal 26 Desember 2011.
Padalarang, 15 Nopember 2011
a.n Pengurus Yayasan
HAMZAH DENNY SUBAGYO, SE., SH., MM., MH.
PENGAWAS
Langganan:
Postingan (Atom)

